Tubuh Sukroni (60) dan Deriawan (40) tertimpa gulungan baja 25 ton ini. Foto: Hadie Ismanto

@Rayapos | Jakarta – Jantung manusia teronggok di tanah, di dekat kecelakaan truktertimpa gulungan baja seberat 25 ton di kolong flyover tol Pluit KM 19, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/10/2018).

“Saya lihat, jantung manusia belepotan darah di tanah,” kata saksi mata, Imam (17) kepada wartawan, Kamis (25/10/2018).

Peristiwa terjadi pukul 01.20 Kamis (25/10/2018). Imam berada di dekat lokasi di saat kejadian. Tapi, dia tidak melihat proses jatuhnya gulungan baja menimpa truk.

Imam mendengar suara dentuman sangat keras di pagi buta itu. Terasa menggetarkan tanah yang dia pijak.

“Waktu itu, saya kira ada mobil jatuh (dari atas flyover). Pas saya deketin, eee… ternyata ada yang ketimpa itu (gulungan baja),” kata Imam.

Dia melihat, gulungan baja menimpa truk. Beberapa orang mendatangi lokasi, termasuk dirinya.

“Saya lihat darah berceceran di sekitar truk itu,” ujarnya. Maka, dia menduga pasti ada korban yang meninggal. Itu kecelakaan parah.

“Pas saya mundur, saya kaget. Saya melihat di dekat kaki saya, kayak ada jantung gitu,” ungkap Imam, Kamis.

Tidak ada organ lain di sekitar jantung itu. Hanya organ itu saja belepotan darah. Lantas dia berteriak: “Ih… ada jantung di sini,” ujarnya menirukan teriakannya.

Seketika, warga berkerumun melihatnya dari dekat. Kemudian seseorang membungkus organ itu dengan kertas. Dan, ketika polisi tiba, diserahkan ke polisi.

Terbaru:  

Sopir Pemuat Baja 25 Ton, Terancam Bui 5 Tahun

Gepeng Hancur, Jenazah Korban Tertimpa Gulungan Baja 25 Ton

Kanit Laka Lantas, Polres Jakarta Utara, AKP Sigit Purwanto mengatakan, gulungan baja itu dimuat truk trailer A 9771 X yang dikemudikan Usup Subki (35).

Truk trailer lalu menabrak truk trailer juga B 9158 SEH yang sedang berhenti, karena mengganti ban. Akibat menabrak, gulungan baja seberat 25 ton menggelinding.

Gulungan baja jatuh menimpa dua orang, Sukroni (60) dan Deriawan (40) yang sedang jongkok di dekatnya. Dua orang itu kegencet atara gulungan baja dengan bumi. Hancur lebur.

Sebenarnya ada tiga korban dalam peristiwa tersebut. Namun, satu korban lagi Budi Santoso (34) hanya mengalami luka ringan.

Menurut AKP Sigit Purwanto, sopir truk trailer bermuatan gulungan baja, Usup Subki (35), bisa terancam hukuman lima tahun penjara. Karena diduga mengantuk saat kecelakaan terjadi.

Sigit menggambarkan prosesnya demikian:

“Ada dua (gulungan baja). Yang satu 19 ton, dan yang jatuh 25 ton. Korban meninggal disebabkan kejatuhan yang 25 ton. Kita lidik (penyebab jatuhnya gulungan baja) dulu,” katanya.

“Ada sanksi pidananya sesuai Undang Undang Lalu Lintas Pasal 310 ayat 4 yang menyebabkan orang meninggal dunia, ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” ucap Sigit.

Pasalnya akibat tabrakan dengan kendaraan di depannya, muatan gulungan baja truk trailer yang melintas dari arah Cawang menuju Tanjung Priok itu terjatuh dan menimpa kedua korban yang berada di bawahnya.

“Ada dua (gulungan baja), yang satu 19 ton, dan yang jatuh ke bawah 25 ton. Korban meninggal disebabkan kejatuhan gulungan baja yang berat 25 ton. Kita lidik (penyebab jatuhnya gulungan baja) dulu,” kata Sigit.

Baca Juga:

Prabowo Sebut 99% Rakyat Indonesia Hidup Pas-Pasan, Begini Respon BPS

Paparkan Kemajuan Indonesia Era Jokowi, Wiranto: Ini Bukan Data dari Langit

Trump: MBS Mungkin di Balik Kematian Khashoggi

Tubuh Kegencet Kayak Peyek

Proses evakuasi gulungan baja yang menimpa Sukroni (60) dan Deriawan (40) hingga tewas di kolong Jalan Layang Tol Pluit KM 19, Penjaringan, Jakarta Utara, tidak gampang.

Kejadian Kamis dini hari, baru pada siang dikerahkan alat berat crane ke lokasi. Crane bergerak mengangkat gulungan baja seberat 25 ton itu.

“Evakuasi agak tersendat karena crane. Kita harus survei dulu untuk mengangkat yang 25 ton itu. Kebetulan (kejadiannya) dini hari, cranenya ada, tapi operatornya sedang istirahat,” kata Sigit.

Alat berat crane akhirnya baru tiba di lokasi sekira pukul 11.00 WIB.

Proses evakuasi gulungan baja yang masih menimpa tubuh kedua korban akhirnya selesai setelah berlangsung sekira 45 menit.

Pada saat gulungan baja diangkat, terlihat anggota tubuh korban yang sudah hancur, berserakan di sekitar lokasi. Benar-benar kayak peyek.

Setelahnya warga bersama petugas lalu memasukkan anggota tubuh yang berserakan ke dalam kantong jenazah.

Jenazah korban yang berhasil dievakuasi pertama kali yakni Sukroni, kemudian disusul Deriawan.

Cipratan darah dari tubuh kedua korban terlihat mengotori sebuah truk yang jaraknya sekitar 10 meter dari jatuhnya gulungan baja.

Itu sebabnya, ada organ jantung teronggok di tanah. Belum diteliti, jantung siap itu. Apakah milik Sukroni atau Deriawan. Sungguh miris… (*)

Simak videonya di sini, tapi penemuan jantung manusia tidak terekam.