Sri Mulyani saat mendatangi kantor Basarnas (ist)

@Rayapos | Jakarta – Duka mendalam masih dirasakan seluruh pegawai Kementerian Keungan atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pada Senin, 29 Oktober 2018. Terutama bagi Menteri Keungan Sri Mulyani.

Setelah mengetahui kejadian itu, Sri Mulyani diketahui langsung mengunjungi kantor Basarnas untuk mencari informasi mengenai 21 pegawainya yang menjadi penumpang dalam pesawat tersebut.

Ia juga mengunjungi crisis center di Soekarno Hatta, serta menemui keluarga korban sambil memberikan pelukan. Sri Mulyani juga beberapa kali terlihat tak kuasa menahan air matanya.

Hari ini, Rabu (31/10/2018), beredar sebuah sajak indah menyayat hati yang menceritakan tentang kejadian Lion Air JT 610 yang beredari di Whats App.

Sajak tersebut dikatakan sebagai hasil karya dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Banyak orang yang langsung percaya tanpa mencari tahu dulu kebenarannya.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, sajak yang beredar bukan lah hasil karya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dia mengatakan sajak tersebut berasal dari akun Facebook seorang wanita dengan nama Jayaning Hartimi.

Berikut sajak indah yang viral di WA pagi tadi.

“Sajaknya ibu sri mulyani-Menkeu..

Pada kamu yang malam tadi berdebat dengan istri. Merasa lelah mendengar keluhannya yang tak henti. Membawa kesal itu dalam tidurmu, sehingga emosi belum reda pagi ini..

Berpelukanlah sebelum pamit berangkat kerja nanti.

Karena bisa jadi,

Inilah waktumu melihatnya terakhir kali..

Pada kamu yang akhir akhir ini merasa hidup berat sekali. Kelelahan mengurus rumah sendiri, tumpuk setrikaan tanpa henti, kepusingan mengatur tagihan yang datang bertubi. Lalu diam diam, kau rutuki karir suamimu yang tidak juga naik posisi…

Sambutlah ia ketika pulang nanti.

Katakan betapa bersyukurnya memiliki suami yang senantiasa bekerja keras dan menjaga kehalalan gaji. Ucapkan terimakasih dengan tulus hati.

Kau tidak pernah tahu,

Bisa jadi untuk melakukannya esok, kau tak lagi punya waktu..

Pada kamu yang hari ini merasa pusing mendengar berisiknya anak di rumah. Padahal sepulang dari kantor mata rasanya hanya ingin terpejam dan badan butuh rebah.  Lalu diam diam, kau simpan itu menjadi emosi marah..

Tersenyumlah lebar buat mereka hari ini.

Saat hendak pergi, dan saat nanti pulang kembali.

Luangkan waktu untuk menatap wajah mungil itu yang bercerita riang tentang hari harinya padamu. Dengarkan intonasi suaranya. Rekam baik baik binar mata dan ekspresi mereka.

Karena sungguh bukan sebuah ketidakmungkinan,

Besok lusa tak ada lagi kesempatan..

**

Kebersamaan menahun seringkali membuat kita lebih mudah mendeteksi kekurangan, daripada menemukan kebaikan.

Lebih lancar memberi kritik, daripada memberi apresiasi.

Lebih cenderung mengeluh. Dan lupa mensyukuri satu sama lain.

Padahal kita tidak pernah tahu kapan kebersamaan ini akan berhenti. Bisa jadi hari ini. Bisa jadi besok. Bisa jadi sebentar lagi.

Hargai setiap momen yang kita punya saat ini.

Minta maaf selagi bisa.

Berterimakasih selagi masih ada waktu.

Bercanda, berbincang, tertawa…, selagi kesempatan masih ada.

Berpelukanlah.

Selagi hangat tubuhnya masih bisa dirasa.

**

Deep condolence untuk seluruh awak dan penumpang Lion Air JT610..

Yang diantaranya ada seorang Ayah, yang pagi kemarin baru saja pamit bekerja setelah menghabiskan weekendnya untuk mengunjungi anak istri yang tinggal di Jakarta. Melepas rindu setelah sepekan tak bertemu.

Ada juga seorang Ibu yang semalam masih bercanda dengan putri kesayangannya. Menemaninya tidur.  Lalu paginya berangkat untuk dinas luar kota. Bekerja. Menjemput pahala.

Dan ada pula seorang lelaki yang baru menikah dua hari. Kemarin pagi mengecup istrinya di bandara. Mesra. Sembari meminta doa. Sebelum terbang mencari nafkah pertamanya.

***

Kita betul betul gak pernah tau.

Bisa jadi salam yang kita berikan hari ini, adalah salam terakhir buat orang orang tercinta.

Lakukanlah selagi bisa….”