Screenshot video

@Rayapos | Jakarta – Kasus pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh oknum anggota Banser berimbas kepada kader Banser lainnya. Hal ini dialami  Nusron Wahid, saat beribadah ke Masjid Jami Keramat Luar Batang, Jakarta Utara, Kamis malam (25/10/2018).

Nusron yang hendak berziarah ke makam ulama bernama Habib Husein bin Abubakar disabut tidak menyenangkan oleh sekelompok masyarakat di kawasan Masjid Luar Batang.

“Jangan maen-maen lu di Luar Batang ya. Susah masuk Luar Batang, masuk juga,” kata seorang warga meneriaki Nusron yang sedang berwudhu.

Baca juga:

Nusron Wahid Cerita Dirinya Diusir dan Ditantang Bakar Bendera

 

“Yang mana sih orangnya, gak kenal namanya,” sahut warga lainnya.

Tidak hanya itu, bahkan Nusron disebut orang munafik lantaran masih mau berziarah mengunjungi makam salah satu ulama di Jakarta.

“Kan kita bilang dia mah itu munafik, munafik itu dia,” cetus warga berkomentar.

Kejadian ini juga terekam dalam video amatir berdurasi dua menit yang langsung beredar melalui saluran Whatsapp.

Baca juga:

Bawaslu Hentikan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet, Ini Alasannya

Beginilah Proses Penangkapan Pembawa Bendera HTI di Garut

Tidak sampai disitu, saat Nusron masuk ke dalam Masjid, tiba-tiba ada sekelompok pemuda tanggung yang menghadangnya dengan membawa bendera HTI berwarna hitam. Mereka menyebut bendera ormas terlarang itu adalah bendera Tauhid.

Dengan jarak yang sangat dekat dengan Nusron, para pemuda itu menantangnya Nusron untuk membakar bendera tersebut.

“Berani gak, berani gak bakar ini, berani gak?” tantang belasan pemuda tersebut kepada Nusron.

Mendapat perlakuan seperti itu, Nusron pun tidak berkomentar, ia langsung berjalan masuk kedalam masjid tanpa meneluarkan sepatah kata pun.

Sebelumnya diketahui, pada peringatan Hari Santri Nasional di Garut pada Senin (22/10/2018) lalu terjadi peristiwa pembakaran bendera.

Polisi awalnya menahan 3 orang terkait pembakaran bendera ini. Mereka sempat diperiksa di Polres Garut dengan status saksi.

Namun ketiganya akhirnya dilepaskan karena tak ditemukan pelanggaran pidana.

Pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dinyatakan sebagai bendera HTI terjadi dalam Apel Hari Santri Nasional (HSN) di Garut pada Senin (22/10/2018).

Gerakan Pemuda Ansor sebelumnya menegaskan bendera bertuliskan tauhid yang dibakar personel organisasinya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), merupakan bendera HTI.

Meski begitu, GP Ansor menyesalkan pembakaran tersebut. Karena seharusnya bendera itu diserahkan kepada polisi.

Insiden ini pun terus berpolemik, bahkan hari ini dijadwalkan bakal ada aksi unjuk rasa dengan tema aksi bela tauhid di depan Istana Presiden, Jakarta Pusat.