Ahmad Dhani

@Rayapos | Jakarta – Video pidato Ahmad Dhani viral di media sosial. Dalam video tersebut, Dhani membahas tentang nasakom (nasionalis, agama, komunis) yang menurutnya didukung PKI dan Nahdlatul Ulama (NU).

Video tersebut diunggah di Twitter oleh akun @qitmr, Rabu (6/2/2019). Dalam video tersebut, Dhani juga menyinggung tentang organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibubarkan pemerintah.

“Dulu pendukung nasakom, banyak anak-anak NU, meskipun yang sudah di PBNU, teman-teman saya nggak paham itu bahwa dulu yang dukung nasakom bersama PKI dalam komunisnya PKI itu NU. Nah sekarang ini mereka sudah bergabung PDIP, NU dengan komunisnya nih. Jadi HTI itu tidak ada apa-apanya dengan nasakom. HTI tidak merubah ideologi Pancasila,” kata Dhani seperti dalam video, Jumat (8/2/2019).

Menurut Dhani, PDIP sendiri tidak menganggap nasakom bertentangan dengan Pancasila. Bahkan, politikus Gerindra itu juga meyakini Presiden Jokowi tidak menganggap nasakom bertentangan dengan Pancasila.

“Tapi ideologi PDIP itu beranggapan bahwa Pancasila…. Bahwa nasakom itu tidak bertentangan dengan Pancasila. Kalau kita tanya di debat, misalnya nanti kalau ada keberanian dari Sandiaga Uno, tanya kepada Jokowi, menurut Jokowi nasakom itu bertentangan nggak dengan Pancasila. Saya yakin Pak Jokowi dalam hatinya dia akan menjawab tidak bertentangan,” ujar Dhani.

Di sisi lain, Politikus Golkar Nusron Wahid menilai Ahmad Dhani tak paham sejarah.

“Orang gemblung dia itu. Tidak mengerti sejarah,” ujar Nusron, kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Nusron mengatakan konteks nasakom pada masa orde lama tak bisa dikaitkan dengan zaman sekarang. Sebab, konteks saat itu dengan zaman sekarang sudah berbeda. Dia pun menilai informasi yang disampaikan Caleg Gerindra itu menyesatkan.

“Dalam ilmu sejarah itu ada prinsip zeit geist (jiwa zaman). Konteks Nasakom yang digagas Bung Karno pada masa Orde Lama dikaitkan dengan era sekarang, PNI, NU dan komunis sangat tidak mengerti semangat zaman yang ada. Konteks dan zamannya beda. Orang tidak mengerti sejarah bicara sejarah ya begini. Orang tidak ngerti agama, ngomong agama. Ini sesat dan menyesatkan. Dhollu wa adhollu,” tutur anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin itu.

Paham komunis dan PKI, kata Nusron, saat ini sudah dilarang oleh pemerintah. Dia pun mempertanyakan komunis yang dimaksud oleh sang musisi yang saat ini tengah mendekam di penjara itu.

“Terus yang dimaksudkan dengan komunis itu siapa? PDIP? Jangan simplifikasi. PDIP, PKB, PPP, Gerindra koalisi di berbagai pilkada, termasuk di Pilgub Jateng dan Jatim, kenapa tidak dikaitkan dengan Nasakom? Berarti Gerindra mendukung Nasakom di Jatim dong?” kata Nusron.