Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pakai rompi tahanan KPK. Foto: JPNN

@Rayapos | Jakarta – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan resmi ditahan KPK. Politikus PAN itu jadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen.

Ketika dicegat wartawan dan ditanya-tanya, Taufik malah ketawa-ketawa. Memang banyak koruptor Indonesia yang tidak sedih, atau malu.

Bandingkan dengan koruptor di negara-negara maju, misalnya, Jepang. Mereka pasti malu. Bahkan harakiri alias bunuh diri.

Taufik kepada wartawan malah kelihatan tertawa lebar. Bahkan melambaikan tangan, seperti pejabat tinggi yang disambut rakyatnya.

Merespons penahanan Taufik, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan Taufik akan dinonaktifkan dari pengurus DPP PAN. Termasuk akan diganti dalam posisinya sebagai wakil ketua DPR.

“Kita nonaktifkan yang bersangkutan dari DPP dan akan proses pergantian pimpinan DPR dan PAW Taufik Kurniawan di DPR RI,” kata Sekjen PAN Eddy kepada wartawan, Jumat (2/11).

Ia pun menjelaskan bahwa proses pergantian Taufik akan dipercepat.

Eddy mengatakan, saat ini DPP PAN masih menunggu Ketua Umum Zulkifli Hasan yang sedang berada di luar negeri untuk dimintai persetujuannya.

“Segera. Pak Zul masih di luar negeri,” jelasnya.

Terkait kasus hukumnya, Eddy meyakini Taufik akan kooperatif dalam menjalankan proses penyidikan selanjutnya.

“Kami yakini Pak TK akan kooperatif menjalani proses hukumnya,” jelasnya.

Baca Juga:

Tampang Boyolali Membuat Prabowo Dipolisikan

Viral Video Pidato Prabowo: Tampang ‘Boyolali’ Tak Bisa Masuk Hotel Mewah

Fahri Hamzah Minta Prabowo Mundur, Begini Respon Gerindra

Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Bupati Kebumen nonaktif Muhamad Yahya Fuad.

Politikus PAN itu diduga menerima suap hingga Rp 3,65 miliar terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen.

DAK untuk Kabupaten Kebumen dialokasikan sebesar Rp 100 miliar. Taufik Kurniawan diduga meminta fee sebesar 5 persen dari besaran alokasi DAK tersebut atau Rp 5 miliar.

Yahya Fuad kemudian menyanggupi permintaan fee tersebut dan uangnya disiapkan oleh sejumlah rekanan di Kebumen.

Uang kemudian diberikan secara bertahap. Namun, belum penyerahan uang tahap ketiga batal dilakukan, karena Yahya Fuad terlebih dulu terciduk OTT KPK. (*)