Walikota Jakarta Timur Bambang Musywardana

@Rayapos | Jakarta – Pencopotan Walikota Jakarta Timur Bambang Musywardana, mengagetkan. Dia peraih Dwija Praja Nugraha, maka Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memujinya sebagai walikota terbaik se-Indonesia. Dia ‘dipensiunkan’ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui telepon.

Bambang dicopot sebagai Walikota Jakarta Timur pada 5 Juli 2018. Dia memulai karir PNS DKI, 6 Agustus 1987. Awalnya bertugas sebagai staf urusan administrasi di Kantor Kecamatan Kramat Jati.

Pada 1998 dia ditunjuk jadi Camat Cipayung. Itulah awal duia pegang jabatan. Kemudian menjadi Camat Pasar Rebo pada 2000. Kemudian dia masuk lingkaran kantor Wali Kota Jakarta Timur jadi Kabag Sekretaris Kota Jakarta Timur 2006-2009.

Kinerja Bambang di Jakarta Timur diapresiasi Gubernur DKI saat itu Fauzi Bowo. Dia lalu diangkat jadi Kabag Desentralisasi, Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Biro Tata Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dari tahun 2009 hingga 2012.

Karir pria kelahiran Salatiga, 28 September 1958 itu semakin mentereng usai diangkat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) jadi Wakil Wali Kota Jakarta Barat pada 2013.

Begini pidati Gubernur Jokowi saat itu: “Pada hari ini, Jumat 24 Mei 2013, saya Gubernur DKI Jakarta dengan ini resmi melantik Saudara-Saudara sebagai pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Saya percaya bahwa Saudara-Saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” kata Jokowi saat melantik Bambang dan 13 pejabat lainnya, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Baca Juga:

Gubernur DKI berganti ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Bambang dipindah jadi Walikota Jakarta Timur. Kinerja Bambang pun sempat dipuji Ahok.

Kata Ahok: “Saya tadinya mau tukar (Tri Kurniadi) ke Utara. Yang Utara mau saya tarik ke Selatan karena Pak Rustam (Rustam Effensi, saat itu Walikota Jakarta Utara) sudah cukup baik. Timur juga baik. Walikota dan Wakil Timur tadinya mau jadi Walikota Jakarta Selatan, tapi saya beri kesempatan Pak Tri,” terang Ahok saat pelantikan Tri menjadi Walikota Jakarta Selatan, 13 Agustus 2015.

Posisi Bambang sebagai Walikota Jakarta Timur pun aman sampai Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Sandiaga bahkan sempat menjenguk Bambang saat dirawat di rumah sakit karena diare.

Meski mendekati usia pensiun, prestasi Bambang pun tetap bagus. Ayah dua anak itu mendapat penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Presiden Jokowi. Karena penghargaan itu Sandiaga menyebut Bambang sebagai salah satu walikota terbaik di Indonesia.

“Beliau salah satu walikota terbaik se-Indonesia. Pak Bambang sudah diberi penghargaan langsung dari Presiden Jokowi,” kata Sandiaga di hadapan warga Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (28/1/2018).

Namun, tiga bulan menjelang pensiun karir Bambang malah selimuti drama usai dicopot sebagai Walikota Jakarta Timur oleh Anies hanya melalui telepon pada 4 Juli 2018 ini. Bahkan, Bambang mengaku baru menerima fotokopi surat keputusan (SK) pensiun.

“Ya saya minta kasih penjelasannya, kan saya terima fotokopi dan aslinya belum dikasih ke saya dari pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu. Seharusnya 3 bulan dari sebelum pensiun diserahkan kan,” sesal Bambang saat dihubungi wartawan, Senin (16/7/2018).

Bambang pun hingga kini belum diberikan pengarahan oleh Anies. Menurutnya, sebelum pencopotan, gubernur biasanya memberikan pengarahan kepada walikota yang diganti dan yang akan dilantik sekaligus memberikan SK pergantian, dalam kasus Bambang yakni SK pensiun.

“Sampai sekarang nggak diarahin. (Mestinya) sebelumnya diarahin, anda saya copot, nih, ada SK pensiun. Sedangkan saya nggak pegang SK pensiun, baru memfotokopi, SK yang asli masih dibekep oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah),” terang Bambang. (*)