Walikota Kupang, Jonas Salean, Tegaskan Pemerintah Akan Awasi Distribusi Sembako Jelang Lebaran

@Rayapos | Kupang: Wali Kota Kupang Jonas Salean meminta instansi berwenang untuk mengawasi distribusi barang kebutuhan pokok jelang bulan Ramadhan guna mencegah praktik curang para distributor yang berdampak merugikan masyarakat konsumen.

“Kalau tidak diawasi boleh jadi akan ada praktik penimbunan oleh distributor untuk menaikan harga jual barang secara sepihak. Ini tidak boleh dan sangat merugikan konsumen nantinya,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean kepada Antara di Kupang, Kamis.

Menurut dia, secara teknis pengawasan akan dilakukan oleh tim yang dibentuk secara teknis oleh dinas teknis dan akan melibatkan sejumlah dinas, seperti Dinas Perindustrian dan SatPol PP Kota Kupang.

Mantan Staf Ahli Bidang Ekonomi Gubernur Nusa Tenggara Timur itu mengakui, naik turunya harga jual kebutuhan pokok masyarakat di pasaran memang menjadi kewenangan para pedagang dengan mekanisme pasar yang ada.

Namun demikian diharap kenaikan yang terjadi di saat kebutuhan warga meningkat itu, harus juga disesuaikan dengan nilai dan kesanggupan beli warga.

“Kalau daya beli rendah dan harga tinggi maka akan sangat mengganggu pemenuhan kebutuhan warga. Inilah yang tidak dikehendaki pemerintah,” katanya.

Menjelang hari raya keagamaan, kebutuhan akan barang oleh warga kian bertambah. Hal itu tentunya akan berdampak kepada kenaikan harga jual barang itu.

Namun demikian, jika distibusi barang kebutuhan itu lancar maka kenaikan yang ada tidak terlalu besar.

“Tetapi kalau ditimbun seolah-olah barang itu langka, maka harga akan naik gila-gilaan dan sulit terjangkau oleh warga kebanyakan terutama yang kurang mampu,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang akan terus mengawasi proses distribusi agar bisa berjalan lancar dan tidak ada praktik menyimpang seperti menimbun, sehingga harga bisa dijangkau warga termasuk warga miskin dan kurang mampu.

“Saya kira ada sanksinya bagi para pelaku bisnis alias distributor yang lakukan pelanggaran dan penyimpangan itu,” kata Jonas.

Kepala Dinas Perindustiran dan Perdagangan kota Kupang Mesakh Bailaen terpisah mengaku tim teknis pengawasan akan bekerja memantau dan mengawasai proses distribusi barang ke pasar.

“Tim nanti beranggotakan semua pihak termasuk akan ada aparat kepolisian untuk bisa langsung menindak jika terjadi tindak pidana,” katanya.

Hingga saat ini kata dia, distribusi barang kebutuhan pokok ke pasar tradisional yang ada di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu masih sangat normal, sehingga harga jual masih stabil dan belum terjadi kenaikan.

Dia berharap kondisi normal distribusi barang itu akan terus terjadi hingga akhir perayaan Idul Fitri mendatang, sehingga kebutuhan warga konsumen selama bulan Ramadhan hingga lebaran bisa terpenuhi.

Kepada para pedagang dan distributor kata Mesakh selalu diingatkan untuk tetap melakukan penyaluran barang dengan normal tanpa menimbun, karena akan ada sanksi tegas, hingga pencabutan izin dan pidana kurungan.

“Sanksinya benar-benar akan kita terapkan jika ditemukan distributor nakal,” kata Mesakh. [antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY