Walikota Minta Verifikasi Data Penyandang Cacat

@Rayapos | Kupang: Wali Kota Kupang Jonas Salean meminta Dinas Sosial setempat mendata lebih cermat dan melakukan verifikasi dengan tepat jumlah penderita cacat dan keseluruhan penderita yang masuk dalam kelompok disabilitas, agar intervensi bantuan bisa terjangkau seluruhnya.

“Agar bantuan yang akan diberikan pemerintah itu bisa terjangkau semua penyandang disabilitas, maka pendataan harus dilakukan cermat,” kata Jonas saat menyampaikan bantuan sejumlah alat bantu bagi ratusan penyandang disabilitas di Kupang, Jumat.

Dia mengatakan, pemberian bantuan yang akan disampaikan pemerintah kepada para penyandang disabilitas, harus benar-benar tyerjangkau seluruhnya.

“jangan ada yang dapat dan ada yang tidak karena luput dari pendataan. Ini akan timbul kecemburuan dari sesama warga penyandang disabilitas,” katanya.

Karena itulah, pencatatan dan verifikasi harus dilakukan cermat, agar seluruh warga yang masuk dalam kategori disabilitas tercatat sehingga intervensi yang dilakukan bisa merata untuk penuhi kebutuhannya.

Menurut Jonas, Pemerintah kota Kupang di tahun anggaran 2016 nanti akan fokus menjadikan kaum disabiliotas sebagai perhatian utama melalui sejumlah intervensi.

“Untuk itu butuh data yang akurat,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Joce Kansil pada kesempatan itu mengaku sedang melakukan verifikasi atas data yang ada terkait penyandang disabilitas di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Untuk hal itulah, maka Pemerintah Kota Kupang telah mulai melakukan intervensi bantuan untuk para penyandang disabilitas dan anak yatim yang hidupnya di luar asrama atau panti asuhan.

Dalam tahapan ini, kata Joice, Pemerintah kota kupang telah menyalurkan sedikitnya 250 paket pengadaan sembako untuk para yatim-piatu yang tidak hidup di panti-panti, dengan alokasi anggaran Rp74 juta.

Dari jumlah anggaran ini, lalu dibuatlah 250 paket sembako berisikan, beras, minyak goreng, susu kental manis, dan ikan sardin kaleng.

Selanjunya terhadap para penyandang disabitias, Pemerintah Kota Kupang menyediakan anggaran sebasar Rp161 juta untuk pengadaan sejumlah alat bantu, yaitu, lima unit kursi roda dewasa, 15 unit kursi roda anak, 55 alat bantu dengar, 10 buah tongkat ketiak, 10 buah tongkat tuna netra serta 15 tongkat kaki empat.

Dari jumlah itu, terinci 52 penerima kursi roda dewasa, 30 penerima kursi roda anak, 22 penerima alat bantu dengar, delapan penerima tongkat ketiak, 10 penerima tongkat netra dan 10 penerima tongkat kaki empat.

“Total penyandang disabilitas yang menerima bantuan untuk tahap ini berjumlah 95 orang,” katanya.

Menurut Joice, sejumlah peralatan bantu juga siap dibagikan, namun masih menanti hasil verifikasi nama penerima sehingga bisa bermanfaat bagi keberlangsungan aktivitasnya setiap hari.

Penyandang Disabilitas Fina yang juga menerima salah satu alat bantu menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Kupang untuk intervensi bantuan ini.

Menurut dia, dengan bantuan kursi roda tersebut, dia bisa lebih mudah melakukan sejumlah aktivitas kesehariannya sebagai mahasiswa.

Dia berharap dengan demikian, kondisi yang dialaminya bersama seluruh penyandang disabilitas lain di daerah itu, tetap menjadi teman bagi warga lainnya yang normal.

“Kita semua sama meski kita berbeda karena kekurangan fisik kami. namun kami berharap agar kami tetap dianggap sama dan bisa diperlakukan wajar sesuai kondisi kami,” katanya.

 

[Antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY