Wall Street Turun Tertekan Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

@Rayapos | New York: Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor khawatir bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga Juni menjadi lebih tinggi setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve April.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 91,22 poin atau 0,52 persen menjadi ditutup pada 17.435,40. Indeks S&P 500 kehilangan 7,59 poin atau 0,37 persen menjadi berakhir di 2.040,04, dan indeks komposit Nasdaq merosot 26,59 poin atau 0,56 persen menjadi 4.712,53.

Para pejabat Fed terbuka untuk kenaikan suku bunga pada Juni, jika perekonomian Amerika Serikat terus membaik, risalah pertemuan Fed 26-27 April yang dirilis Rabu sore, menunjukkan.

Risalah pertemuan Fed telah mengangkat kekhawatiran bahwa Fed mungkin lebih “hawkish” pada kenaikan suku bunga kedua, yang mengurangi sentimen investor.

Sementara itu, menurut laporan media, Presiden Fed Richmond, Jeffrey Lacker, membela sikap “hawkish” Fed dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Kamis, mengatakan bahwa kasus ini cukup kuat untuk kenaikan pada Juni.

Presiden Fed New York, William Dudley, juga mengatakan pada Kamis bahwa kenaikan suku bunga pada Juni atau Juli adalah mungkin jika data baru mengkonfirmasi perkiraan optimisnya tentang pertumbuhan ekonomi.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 14 Mei angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 278.000, turun 16.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis.

Namun demikian, pergerakan rata-rata empat minggu mencapai 275.750, meningkat 7.500 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya pada 268.250.

Dalam berita perusahaan, saham Wal-Mart Stores Inc melonjak 9,58 persen menjadi 69,20 dolar AS setelah raksasa peritel itu menyampaikan hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

 

[Antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY