Lokasi penembakan Herdi Sibolga di Jalan Jelambar Aladin RT 03/06, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – Herdi Sibolga (45), dikenal sebagai sosok yang ramah di lingkungan rumahnya. Tetangga pun heran kenapa ia bisa jadi korban penembakan misterius di Jalan Jelambar Aladin RT 03/06, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Wahyu, (47) salah seorang tetangga korban yang ditemui Rayapos.com mengatakan, Herdi merupakan pria yang cukup dipandang di kawasan rumahnya. Kata Wahyu, Herdi juga kerap menyumbang tenaga dan materi dalam kegiatan sosial.

“Orangnya memang baik kalau sama warga yang lain. Ya, contohnya kalo waktu bulan puasa tuh pasti bagi-bagi makanan kecil ke tetangga-tetangga,” ujar Wahyu, Selasa (24/7/2018).

Baca juga:

Zulhas Bertemu Jokowi, Apakah PAN Diajak Berkoalisi?

TGB Mundur dari Demokrat

Kuasa Hukum: Perceraian Roby Geisha Bukan Soal Mistis

Meski begitu, Wahyu mengatakan Herdi memang agak jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Warga menduga, Herdi sibuk dengan pekerjaannya.

Wahyu mengaku mengetahui Herdi yang bekerja di perusahan perizinan kapal di kawasan Muara Angke. Sepengetahuan Wahyu, Herdi selalu berangkat kerja subuh dan baru pulang menjelang tengah malam.

“Berangkat pagi, kalo pulang malem sekali, hanya seminggu sekali pak Herdi bersosialisasi, mungkin karena sibuk kerja ya” ujar Wahyu.

Sementara, Aris (37) seorang penjaga warung kopi di sekitar lokasi kejadian yang tidak jauh dari kediaman korban, pada saat kejadian dirinya melihat kedua pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max.

Aris menyebut, pelaku yang mengendarai sepeda motor mengenakan helm full face, sementara teman pelaku lainnya yang dibonceng memakai topi.

“Saya tidak lihat mukanya. Tapi saya cuma lihat kalo pelaku yang bawa motor itu pakai helm. Tapi kalo yang dibonceng itu cuma pakai topi,” ujarnya.

Senada dengan Aris, Cici (39), pemilik toko kelontong yang berada persis di depan titik penembakan yang telah diberikan tanda oleh polisi.

Kata Cici, sebelum menghabisi nyawa korban, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor N-max dari arah Jalan Fajar mengarah ke teluk Gong Selatan.

“Sebelum kejadian itu, saya liat ada dua orang pakai satu motor, nunggu lama di depan warung saya sambil ngobrol dan merokok, saya ga menyangka mereka berenca membunuh” ujar Cici.

Diketahui sebelumnya, Herdi (45) ditemukan tewas dengan dua luka tembak di bagian kepala dan punggungnya di Jalan Fajar, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 20 Juli 2018 malam.

Penembakan bermula saat Herdi jalan kaki menuju rumahnya beberapa saat setelah turun dari mobil. Namun, saat itu tiba-tiba melintas dua orang dengan sepeda motor dan langsung menembakan senjata api ke arah korban.