Suasana masyarakat merusak mobil Franky yang tabrak lari dan terjebak di separator busway Jalan Hayam Wuruk, Jakarta.

@Rayapos | Jakarta – Truk tanah dihancurkan warga lantaran melindas seorang pejalan kaki, hingga tewas. Kecelakaan itu terjadi di Jalan Kamal yang mengarah Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2018).

Aksi main hakim sendiri itu kembali dilakukan masyarakat Jakarta. Amukan warga ini sebelumnya juga terjadi ketika mobil menabrak beberapa motor di Hayam Wuruk, Jakarta Barat lalu.

Baca juga:

Apple Rilis Tiga iPhone Serie X, Ada yang Murah Lho..

Tikaman Maut, Tembus Jantung Ella

Molor Lagi, Anies Targetkan LRT Bisa Beroperasi Awal 2019

Kriminolog Anggi Aulia Harahap menilai, tindakan agresif masyarakat seperti perusakan kendaraan saat menyaksikan peristiwa berdarah dipicu berbagai hal.

“Itu tidak mungkin dilakukan bila tidak ada faktor penyebabnya,” kata Anggi saat dihubungi Kamis (13/9/2018).

Salah satu penyebabnya, menurut Anggi, dipicu oleh pengalaman mereka sebelumnya. Mereka kerap menyaksikan kendaraan ugal-ugalan yang berujung pada kecelakaan maut.

“Maksudnya adalah pada saat mereka melakukan perusakan (kendaraan) bisa saja itu didasarkan pengalaman mereka terhadap apa yang sebelumnya telah banyak atau sering terjadi. Misalnya prilaku ugal-ugalan di jalan nah itukan merupakan persoalan yang sebetulnya sudah sering terjadi,” ucapnya.

Anggi kembali memaparkan, prilaku masyarakat seperti ini menurut ilmu pisikologi tidak timbul begitu saja, namun karena dipicu beberpa faktor yang memang sudah lama terjadi dan sudah mengendap dalam pikiran masyarakat itu sendiri.

Sehingga saat terjadi stimulus yang sama, dimana kejadiannya menimbulkan kerugian pada orang lain, maka masyarakat bisa hilang kendali dan melakukan aksi-aksi kekerasan.

“Biasanya faktor pencetusnya sudah lama sekali mereka alami, mereka, keluhkan tapi tidak pernah ada penyeslesaian dan itu menjadi kekuatan kolektif dan memang disayangakan,” tuturnya.

Karena prilaku kekerasan di jalan, sering dipicu oleh ketidak patuhan berlalu lintas, ia menyarankan agar semua stake holder, seperti pihak kepolisian dan Pihak Pemerintah Daerah (Pemda) harus bekerja lebih maksimal agar tak adalagi masyarkat yang kebut – kebutan dijalan dan melanggar lalu lintas se enaknyam

“Misalanya kalau pemicunya adalah ketidak tertiban di jalan raya maka pengendara harus ditertibkan jadi masing – masing harus punya kesadaran tentang berkendara secara bertanggung jawab ini harus digencarkan,” tutupnya.