Gunung Sinabung Meletus, Rabu (27/12/2017 (Foto : BNPB)

@Rayapos | Jakarta – Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung diminta waspada terhadap ancaman bahaya lahar, menyusul terjadinya letusan gunung Sinabung Rabu (27/12) pukul 15.36 WIB.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, akibat letusan gunung yang berkepanjangan, saat ini telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus. Oleh karena itu, penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai Laborus diminta tatap waspada, karena dikawatirkan bendungan bisa jebol setiap saat.

“Penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol, bila tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar dan banjir bandang ke hilir.” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada Rayapos.com melalui keterangan tertulisnya, Rabu (27/12) di Jakarta.

Baca juga : Gunung Sinabung Meletus Lagi

Petugas BPBD Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar dan banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Sementara itu, relokasi warga sekitar Gunung Sinabung saat ini masih terus dilakukan.

Seperti diketahui, meletusnya Gunung Sinabung yang tak henti-henti telah menyebabkan kawasan rawan bencana meluas dan beberapa desa-desa tidak boleh ditempati lagi. Sebanyak 3.331 KK (Kepala Keluarga) harus direlokasi ke tempat yang aman.

370 KK warga dari Desa Bekerah, Desa Simacem dan Desa Sukameriah sudah selesai direlokasi di kawasan Siosar. Sebanyak 1.863 KK dalam proses relokasi mandiri dan diharapkan awal tahun 2018 selesai. Sedangkan 1.098 KK akan direlokasi di kawasan Siosar, yang ditargetkan selesai pada tahun 2018 mendatang.

Baca juga : Selama 2017 BNN Telah Tangkap 58 Ribu Orang Terkait Narkoba

Sementara itu bagi pengungsi yang tidak harus direlokasi, pemerintah telah membangun 348 unit hunian sementara sehingga tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda-tenda.

Sejauh ini, parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetap tinggi sehingga potensi letusan susulan masih akan tetap berlangsung.

“Tidak dapat diprediksikan sampai kapan Gunung Sinabung akan berhenti meletus. Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk terus waspada dan mentaati rekomendasi pemerintah.” pungkas Sutopo.

Comments

comments