Waspada, Bayi Prematur Beresiko Alami Retinopati yang Berujung Kebutaan

@Rayapos.com | Jakarta : Prematur menjadi penyebab kematian kedua pada bayi setelah pneunomia. Prematur merupakan kondisi bayi yang dilahirkan dalam usia yang belum cukup atau matang, dengan berat badan kurang dari 1500 gram atau usia kandungan kurang dari 34 minggu.

Bayi yang lahir prematur umumnya rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan, misalnya saja gangguan pada otak, jantung, dan juga pernapasan karena faktor kondisi paru-paru yang belum matang.

Selain itu, bayi prematur juga rentan mengalami gangguan penglihatan mata yang disebut Retinopati Prematuritas (ROP). Gangguan ini disebabkan oleh faktor pertumbuhan pembuluh darah retina yang kurang sempurna.

Sayangnya, masih sedikit sekali masyarakat atau orangtua yang mengetahui informasi ini.

Gangguan mata ROP dapat terjadi dalam skala ringan, di mana dapat menghilang secara spontan, namun pada kasus yang berat, ROP dapat mengakibatkan kebutaan.

“Retina pada bayi prematur memang belum berkembang sepenuhnya, sehingga memungkinkan pembuluh retina untuk berhenti atau bahkan tumbuh secara tidak normal. Akhirnya, terjadilah ROP saat pembuluh darah ini berkembang dengan cara yang tidak normal.”jelas Prof. dr. Rita Sita Sitorus, Sp.M,seorang pakar kesehatan mata dari RSCM.

“Kalau tidak segera melakukan screening ROP, yang dikhawatirkan adalah terjadinya kebutaan,” tambah Prof. dr. Rita Sita Sitorus, Sp.M.

Baca juga : Cegah Kebutaan pada Bayi Prematur, RSCM Luncurkan Jak-Rop

Proses screening ROP melalui beberapa tahap, yakni observasi, sinar laser, suntikan, dan bedah. Keempat tahapan ini disesuaikan dengan tingkat stadium ROP juga.

Screening ROP juga tidak ada batasan waktu tertentu. Tetapi yang jelas akan lebih baik jika dilakukan sesegera mungkin.

Upaya pencegahan sejak dini ini dipastikan dapat menekan biaya yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan biaya pengobatan bila sudah terindikasi mengalami ROP.

Jika Anda atau ada kerabat yang melahirkan bayi secara prematur, segera informasikan untuk melakukan screening ROP agar risiko gangguan penglihatan mata pada bayi dapat segera teratasi.

“Semakin cepat dilakukan screening, maka kesempatan bayi prematur untuk sembuh dan dapat melihat total pun tentu bisa terwujudkan,” jelas dr. Rita Sita Sitorus.

Comments

comments