Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Laut Maluku

rayapos.com - Laut Maluku

@Rayapos |Ambon: Tingginya gelombang yang mencapai hingga 2,5 meter di perairan Laut Maluku, harus diwaspadai oleh masyarakat,  lebih khusus lagi para nelayan tradisional. Kondisi ini, akan bertahan selang beberapa hari ke depan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, kepada wartawan, di Ambon, Selasa (31/1). ”Gelombang setinggi 2,5 meter berbahaya bagi nelayan yang hendak menangkap ikan dengan armada tradisional,” ujarnya.

Menurutnya, Laut Maluku memiliki aneka jenis ikan bernilai ekonomis yang sangat diburu alias menjadi incaran para nelayan. Untuk itu, dihimbaunya para nelayan yang hendak menangkap ikan jangan memaksakan diri melaut hanya dengan mengandalkan armada tradisional. ”Armada tradisional berupa perahu yang biasanya disebut ketinting tersebut, tidak kuat menahan gempuran ombak setinggi 2,5 meter, sehingga lebih baik mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah di laut,” jelasnya.

Himbauan ini, jelasnya, telah diteruskan pihaknya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, maupun BPBD pada 9 kabupaten dan 2 kota. Begitu pun, kepada para Bupati maupun Walikota se-Maluku, agar mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis, agar memperhatikan peringatan dini dari BMKG ini.

Tentang tinggi gelombang di daerah lain, tambahnya, khusus perairan Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Laut Arafura, Laut Aru, Laut Banda dan Laut Buru hanya 1,25 meter. ”Jadi dalam kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru,” tegasnya.

Begitupun dengan para pengguna jasa transportasi, tambahnya, sebaiknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut. Pasalnya, faktor cuaca sangat berpengaruh sehingga pertimbangan perlu memprioritaskan keselamatan.

Comments

comments