Menkopolhukam Wiranto

@Rayapos | Jakarta – Menkopolhukam Wiranto mengungkap cara kerja penyebar hoaks. Dan, ini menyangkut dirinya saat berceramah, lantas publikasinya dipelintir jadi kebohongan alias hoaks.

Wiranto kepada wartawan menceritakan, beberapa waktu lalu dia berbicara dalam ceramah di Bandung. Di situ Wiranto menyatakan, Pancasila adalah ideologi yang harus dijaga. Harga mati.

Siapa pun yang tidak sepakat dengan Pancasila, dan punya ideologi lain, dipersilakan keluar dari Indonesia.

Kemudian ceramahnya itu justru ditafsirkan berbeda oleh sejumlah orang.

“Itu dipelintir. Disebarkan, bahwa Wiranto (bilang) siapa yang mencintai Tauhid, harus hengkang dari Indonesia,” ungkap Wiranto, Jumat (2/11/2018).

Jelas, bahwa ada pihak yang membuat hoaks tersebut. Memutar-balikkan fakta. Mengubah sesuatu menjadi suatu bentuk berbeda.

Ia menegaskan bahwa hoaks seperti itu bukanlah cara yang bagus. Karena dapat membingungkan masyarakat.

“Masa Pak Wiranto sendiri yang ngusir orang-orang yang mencintai Tauhid. Saya orang Islam juga, yang mencintai Tauhid juga. Masa saya ngusir orang-orang sendiri,” jelas Wiranto.

Wiranto mengaku telah memberikan klarifikasi atas hoaks yang tersebar. Ia secara tegas tak pernah mengusir orang-orang yang pernah mencintai Tauhid keluar dari Indonesia.

“(Hoaks) seperti ini dibuat supaya masyarakat kacau dan seperti ini. Saya mengharapkan masyarakat jangan langsung percaya. Jangan langsung kemudian menjustifikasi ini benar,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:

Fahri Hamzah Minta Prabowo Mundur, Apa Maksudnya?

Sering Ngemil Kuaci, Kulit Jadi Lebih Sehat

BAGIKAN