Caleg PBB, Muhamad Ichwan Ridwan bersama Sandiaga Uno

@Rayapos | Jakarta – Yusril Ihza Mahendra (YIM) menjadi pengacara pasangan capres cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun para calon legislatif (Caleg) PBB merasa kecewa.

Sebab partai berazaskan Islam ini disinyalir bakal kehilangan dukungan di tingkat bawah, khusunya bagi para caleg DPRD DKI Jakarta asal PBB yang berada kantong-kantong massa eks 212.

Hal ini diakui salah satu Caleg PBB, Muhamad Ichwan Ridwan (Boim) dari Dapil 9. Kalideres, Cengkareng dan Tambora, Jakarta Barat.

“Keputusan Yusril menjadi pengacara Jokowi Maruf memang sangat mengejutkan ibarat gemuruh halilintar di siang bolong terutama bagi keluarga besar PBB dari tingkat pusat hingga ranting, begitu juga dengan caleg PBB di seluruh dapil di Indonesia,” ucap Boim saat berbincang-bincang dengan Rayapos Rabu (7/11/2018).

Dikatakan Boim, keputusan tersebut adalah hak YIM yang berprofesi sebagai pengacara, namun sosok YIM merupakan salah satu simbol partai sebagai ketua umum.

Menurutnya hal itu akan beda jika dilakukan hanya setingkat wakil Sekjen atau ketua partai di tingkat provinsi DPW atau DPC.

“Tapi karena ini Yusril tentunya menjadi sorotan, berbeda kalau itu dari DPW atau DPC, karena beliau ketua umum simbol partai,” ungkapnya.

Boim menerangkan, sampai saat ini PBB memang belum mengeluarkan keputusan partai untuk mendukung salah satu pasangan Capres baik no urut 1 atau 2.

Kendati begitu, PBB dikenal sebagai partai Islam yang selalu memperjuangkan kepentingan umat, diantaranya membela kasus-kasus keumatan seperti ormas HTI, FPI, Penggusuran di Kampung Aquarium, kasus Kriminalisasi aktivis dan ulama dan kasus penistaan agama.

Sehingga dipaparkan Boim, keputusan YIM tersebut sangat berpengaruh kepada para caleg PBB di Jakarta, apalagi sejumlah dapil banyak dipenuhi kantong-kantong massa umat yang terbawa issu untuk menenggelamkan partai pendukung penista agama.

Menurutnya issu tersebut dan keputusan YIM menjadi korelasi yang kuat untuk dimainkan pesaing agar tidak memilih caleg PBB.

“Jangankan ada dukungan Capres , posisi selama ini yangg belum memberikan dukungan saja kami bersusah payah memberikan keyakinan kepada konstituen. simpatisan atau pendukung PBB atau caleg PBB itu mayoritas muslim, dan mereka yang selama ini sering berada di luar kubu petahana yang kebijakannya dianggap tidak pro dengan aspirasi umat,” paparnya.

Boim yang juga anggota Relawan Sandiuno Indonesia (RSI) ini menerangkan, sejak berita tersebut tersebar para caleg PBB terus berusaha memberikan klarifikasi dan memberikan keyakinan bahwa PBB belum memutuskan dukungan untuk Capres.

Kalaupun memberikan dukungan, kata dia PBB akan mempertimbangkan suara mayoritas akar rumput yakni mendukung pasang Capres Prabowo-Sandi.

“Saya akan tetap konsisten mendukung Prabowo Sandi untuk Pilpres 2019, dan saya sangat yakin PBB juga akan memberikan dukungan kepada Prabowo Sandi. Hal tersebut juga ditunjukkan oleh ketua dewan syuro PBB yang masuk dalam jajaran tim pemenangan Prabowo Sandi,” pungkasnya.

BAGIKAN