@Rayapos | Jakarta – Hasil buruk yang diraih Johann Zarco di MotoGP San Marino, akhir pekan lalu. Pebalap Yamaha Tech 3 itu gagal merebut podium. Hal ini berbanding terbalik dengan raihannya musim lalu di sirkuit kebanggaan masyarakat Italia ini.

Sebagaimana dilansir laman Motor Sport, Jumat (14/9/2018), Zarco gagal meraih podium dan bahkan nyaris terlempar dari sepuluh besar andai saja Jorge Lorenzo tidak terjatuh saat balapan menyisakan dua lap.

Zarco menyebut bisa masuk sepuluh besar saja merupakan sebuah keberuntungan bagi dirinya. Ia finis dengan catatan waktu lebih lambat 27,559 detik dari pembalap Ducati yang memenangkan balapan, Andrea Dovizioso.

“Tanpa kecelakaan yang dialami Jorge Lorenzo, mungkin saya berada di posisi 11. Saya ingin menyelesaikan balapan di podium, tapi saya finis di posisi 10, benar-benar sedih,” ungkap Zarco.

Baca Juga:

Pogba Gantungkan Nasibnya di MU kepada Zidane

Marquez, Pedrosa dan Rossi Takjub dengan Pengembangan Ducati

Menyikapi hasil yang diperolehnya ini, pebalap asal Prancis ini mengaku tidak memahami penyebab kegagalannya naik podium MotoGP San Marino. Zarco mengklaim dirinya telah melahap tikungan dengan sempurna.

“Saya tahu titik lemah yang kami miliki. Saya memasuki tikungan seperti yang lain, membuka gas persis sama dengan yang lain, tapi saya kehilangan waktu,” tuturnya.

“Sulit untuk menerima tetapi saya harus menerimanya dan kemudian tetap bekerja, serta berusaha untuk selalu menemukan kesenangan pada motor dan feeling yang baik.”

BAGIKAN